Oleh: Abil Arqam (Direktur Utama LAPMI Sinergi) Per tahun 2025, tercatat setidaknya ada 3.500 lebih warung kopi yang tersebar di seluruh Daerah Istimewa Yogyakarta. Angka […]
Penulis: Redaksi Sinergia
Negara di Bawah Kuasa Algoritma: Merebut Kembali Kualitas Ruang Publik
Oleh: Chamad Hojin (Direktur Eksekutif Puspoll Indonesia) Negara hari ini menghadapi tantangan baru yang tidak selalu terlihat dalam peta kekuasaan konvensional. Kendali atas ruang publik […]
Menyoal UU Reforma Agraria: Antara Kesejahteraan dan Kepentingan
Dalam tulisannya, Kamalul Khair membedah UU Reforma Agraria yang digadang-gadang menjadi jawaban atas persoalan ketimpangan dan konflik tanah di Indonesia. Namun, di balik agenda reformasi tersebut, terdapat sejumlah substansi yang dinilai berpotensi melemahkan perlindungan petani, masyarakat adat, dan korban konflik agraria. Dari persoalan redistribusi tanah hingga desain kelembagaan, tulisan ini mengajak pembaca melihat apakah reforma agraria benar-benar sedang membongkar ketimpangan atau justru berhenti pada penataan administratif.
Kongres dan Martabat Intelektual HMI
Oleh: Nuri Abdul Aziz (Sekretaris Umum HMI Cabang Yogyakarta 2025 – 2026) Setiap kali perhelatan Kongres HMI digelar, harapan akan lahirnya kepemimpinan intelektual dan moral […]
Tauhid, Sains, dan Pelajaran dari Iran
Oleh: Chamad Hojin (Peminat pemikiran sosial keagamaan) Di tengah perang dan ketegangan geopolitik di Timur Tengah, ada satu fenomena yang menarik perhatian dunia Muslim: bagaimana […]
Airlangga Pribadi Kusman: Ketika Intelektual Memilih Berdiri di Sisi Republik
Oleh: Satrio Arismunandar (Lulusan S-3 Filsafat Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia) Ada orang yang meninggalkan kita dengan jabatan. Ada yang meninggalkan nama. Ada pula yang […]
KAHMI, Kekuasaan, dan Kesalehan Publik
Oleh: Rorano Sore (Anggota Dewan Pakar MN KAHMI 2022-2027) Hari ini, Korps Alumni HMI (KAHMI) berusia 60 tahun. KAHMI lahir di Solo, pada momentum Kongres […]
REFORMASI HARI INI: BERJALAN LINGLUNG, SEMAPUT, ATAU TELAH MATI?
Refleksi September Hitam atas kemunduran demokrasi, kembalinya hegemoni militerisme di ruang sipil, dan panggilan tanggung jawab moral bagi kaum terdidik.
Syarat Pemimpin Teknokratik HMI: Perkuat Bahasa Nilai dan Kebijakan
Oleh: M Syauqi Asfiya (Aktivis HMI) Indonesia membutuhkan lebih dari sekadar pergantian generasi. Yang dibutuhkan adalah regenerasi kepemimpinan, yakni hadirnya generasi Muslim baru yang memiliki […]
Menuju HMI Teknokratik: Jalan Baru Kaderisasi untuk Masa Depan
Oleh: M. Syauqi Asfiya Anggota Pengurus Besar HMI Kongres Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di Bandar Lampung seharusnya tidak berhenti sebagai momentum pergantian kepemimpinan organisasi. Lebih […]
